Website Qbar:

Agenda Qbar

There are no upcoming events currently scheduled.
Recent Events
  • Semiloka
    January 28, 2009 (09:00) - January 29, 2009 (23:59)
View Full Calendar

Didukung oleh

logo huma
HomeContact usSitemap
   Home arrow Berita arrow Warga Guguak Malalo Diminta Waspada, Longsor Mengancam Bukit Pabiaran Amblas
Sumbar Punya Perda Tanah Ulayat

Padang, Singgalang/Rabu,2 Juli 2008

Setelah melalui pembahasan yang alot, Ranperda Pemanfaatan Tanah Ulayat resmi disahkan menjadi Perda. Perda itu diharapkan mampu mengakomodir persoalan tanah ulayat masyarakat yang selama ini dinilai menghambat investasi.

 
Warga Guguak Malalo Diminta Waspada, Longsor Mengancam Bukit Pabiaran Amblas Print E-mail

Tanah Datar, Singgalang

Sekitar 100 Kepala Keluarga (KK) masyarakat di Jorong Guguak, Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, sewaktu-waktu bisa saja terkena longsoran batu, tanah dan material lainnya yang meluncur dari jajaran perbukit Pabiaran.

 

Kendatipun begitu, masyarakat diminta untuk tidak cemas dan takut berkelebihan. “Jarak Pabiaran itu dari perkampungan, memang agak jauh. Bila terjadi galodo atau tanah longsor, masyarakat diperkirakan akan punya kesempatan dan waktu yang cukup untuk menyelamatkan diri. Dibilang tak berbahaya, sebenarnya kondisi Pabiaran itu cukup mencemaskan juga, terutama bila hujan lebat lebih dari satu jam,” ujar Kepala Urusan Pemerintahan Nagari Guguak Malalo, Syafruddin St. Batuah, Rabu (11/11) kepada Singgalang di ruang kerjanya.

 

Menurut Syafruddin, jajaran perbukitan di sekeliling Danau Singkarak, terutama yang berada dalam wilayah Nagari Guguak Malalo, kondisinya sudah banyak memprihatinkan. Beberapa diantaranya sudah rengkah-rengkah akibat gempa 7,9 SR yang mengguncang Sumatera Barat 30 September 2009 lalu.

 

Hasil penelusuran yang dilakukan Pemnag bersama instansi terkait di Pemkab Tanah Datar, di beberapa bagian Pabiaran ditemukan sudah banyak yang amblas, retak, rengkah dan turun antara 50 hingga 80 cm. Kenyataan demikian berpotensi memicu terjadinya longsor yang akan menyapu pemicu pemukiman penduduk di sekitarnya.

 

Nagari Guguak Malalo pernah dilanda galodo tahun 2000 dengan korban jiwa mencapai sembilan orang. Bencana itu terjadi persisnya di Jorong Duo Koto. Bila tidak disikapi dengan arif, Syafruddin khawatir, musibah serupa akan terulang pula di jorong berbeda.

 

“Lahan perbukitan di Singkarak ini sudah banyak yang kritis. Agar tidak mengacam stabilitas alam, kami telah minta kepada warga Guguak Malalo, terutama yang punya parak di perbukitan, buat sementara tidal dulu melalukan penebangan kayu dan tanaman keras lainnya,”kata Syafruddin.

 

Data yang diperoleh di kantor Wali nagari Guguak Malalo, sekitar 315 hektare hutan yang umumnya terdapat di jajaran perbukitan berada pada kondisi rusak dan kritis. Kepada warga, diminta untuk tidak menambah lagi jumlah hutan rusak dari sekitar 2.696 hektare hutan yang masih baik dewasa ini.

 

Malalo memiliki luas sekitar 250 kilometer bujursangkar dengan penduduk sekitar 4.600 jiwa. Nagari yang dibawah perbukitannya terdapat terowongan milik PLN untuk memutar turbin PLN di Asam Pulau itu, terbagi ke dalam tiga jorong, masing-masing Baiang, Guguak dan Duo Koto.

 

 

 

 

 
< Prev   Next >