Website Qbar:

Agenda Qbar

There are no upcoming events currently scheduled.
Recent Events
  • Semiloka
    January 28, 2009 (09:00) - January 29, 2009 (23:59)
View Full Calendar

Didukung oleh

logo huma
HomeContact usSitemap
   Home arrow Berita arrow Kontrak Blok Singkarak Diteken November Ini
Bibit Proyek GNRHL Dibabat Warga

Painan, Haluan/Jumat, 5 Desember 2008

Proyek Kehutanan untuk penghijauan di Pessel menuai masalah.65.000 bibit pohon yang sudah ditanam, dibabat warga.

 

 
Kontrak Blok Singkarak Diteken November Ini Print E-mail

Padang, Singgalang

Selasa, 11 November 2008

Bulan ini akan dilakukan penandatanganan kontrak eksplorasi terhadap Blok Singkarak dengan PT Rahadian karena telah melakukan joint study.

 

“Saya belum dapat informasi siapa yang memenangkan tender yang sudah berlangsung sejak empat bulan lalu. Karena, prosesnya langsung dilakukan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI bersama dengan proyek lainnya,” terang Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumbar, Ir. Oyong Andarawanery kepada wartawan di gedung DPRD Sumbar, Senin (10/11).

 Namun dia mengakui, penandatangan kontrak eksplorasi itu memang akan dilakukan bulan ini. Kalau PT Rahadian yang telah melakukan joint study dengan biaya sendiri tidak menang, karena penawarannya tinggi, dia tetap akan mendapatkan prioritas sebagai pelaksana eksplorasi. “Mereka yang menang dengan penawaran terendah, akan menjualnya kepada PT Rahadian,” sebutnya.
Blok Singkarak sendiri disampaikannya telah dieksplore pada tahun 1980 lalu. Beberapa titik yang dieksplore beberapa waktu lalu tersebut, sudah dapat dikembangkan. “Tapi satu atau dua titik saja tidak cukup karena bisa padat modal dan padat risiko. Jika bisa dilakukan dengan eksplore yang mewakili beberapa daerah sesuai peta geologi,” terangnya.

Eksplorasi sendiri dapat dilakukan dengan sistem pemboran. Waktunya bisa satu sampai dengan tiga tahun, tergantung permintaan pelaksana. Namun, sebelum dilakukan eksploirasi harus dilakukan pembicaraan dengan masyarakat dan pemkab setempat tentang status lahan, karena sejauh ini belum ada pembicaraan terhadap status lahan ekplore tersebut. “Selain, status lahan, mereka juga harus merilis studi amdalnya,” katanya.

Pada masa eksplorasi ini, juga harus dilakukan fisibility study atau studi kelayakannya yang mencakup volume yang bisa dilakukan pada saat eksploitasi. Selama masa ekplorasi, pihak peng-eksplore harus melapor satu kali sebulan atau paling lambat satu kali dalam tiga bulan.
Meski ada laporan, Dinas Pertambangan dan Energi Sumbar juga akan melakukan pengawasan terhadap tahapan aktivitas eksplorasi melalui inspektur tambangnya.

Termasuk pengawasan tentang keselamatan kerja di tambang. “Untuk lokasi minimal satu inspektur, tapi kita memang keterbatan inspektur tambang itu,” terangnya.
Oyong mengakui, dulu eksplorasi dan eksploitasi sempat terkendala dengan sisi keekonomisan. Hal itu yang menyebabkan, tidak dilanjutkannya proyek blok Singkarak tersebut. “Tapi sekarang dengan harga minyak dunia yang terus turun, saya juga belum dapat informasinya. Yang jelas, memang akan ada penandatanganan kontrak eksplorasi tersebut,” tegasnya. Rahadian

Sementara itu, soal PT Rahadian yang akan melakukan eksplorasi terhadap Blok Singkarak sudah sejak awal dirilis Singgalang. Media inilah yang pertama kali merilisnya yakni tahun 2007 lalu.

Pengembangan Blok Singkarak sendiri telah dimulai pada penghujung Oktober 1983 oleh Cevron Fasific Indonesia (CPI). Dan ditindaklanjuti pada November 1983 oleh Gubernur Sumbar waktu itu, Azwar Anas. Blok ini memiliki potensi cadangan minyak bumi 725 ribu barel dan 43 ribu kubik kaki gas. Lokasi Blok Singkarak terletak di Kabupaten Tanah Datar, Agam, Sijunjung, Dharmasraya dan 50 Kota. Potensi minyak bumi dan gas di Blok Singkarak ini dinilai sangat menjanjikan dalam menstabilkan harga minyak nasional.

 

 
< Prev   Next >